Martabak adalah Makanan Tradisional dengan Banyak Nama

Merasa lapar dan ingin mencari makanan di luar rumah? Kalian bisa mendapatkan makanan tersebut di berbagai gerai, kedai, kafe, warung kecil, atapun mini market.

Namun, ada satu hal yang menjadi pertanyaannya. Itu adalah jenis makanan apa yang akan kalian beli ketika lapar.

Apakah itu makan berat atau ringan, makanan kering atau berkuah. Tergantung setiap orang memilihnya, masing-masing jenis makan tersebut akan membuat mereka senang atau mungkin juga tidak senang.

Mungkinkah mereka menyukai makanan yang asin? Pedas? Asam? atau Manis? Kita sama sekali tidak tahu selera mereka seperti apa.

Pasti semua orang mengenal dengan camilan yang satu ini. Atau, mungkin kalian akan merasa bernostalgia dengan nama-nama lainnya. Tentu saja hampir setiap daerah di Indonesia memiliki penamaan yang berbeda dan unik untuk memanggil makanan yang satu ini. Karena kuliner tradisional hebat ini sudah merakyat di kalangan Masyarakat Indonesia.

Makanan yang biasanya muncul ketika matahari mulai terbenam. Hangan dan nikmat, lezat dan gurih. Camilan yang mulai dijual pada sore hari hingga malam ini juga memiliki varian rasa serta jenis yang berbeda pada kreasinya.

Varian tersebut, baik dari olahan adonan isinya, tekstur pinggiran yang renyah, membuat makanan ini sangat populer. Semua kalangan masyarakat bisa mencicipi bagaimana kelezatannya. Mulai dari teksturnya yang lembut, rasanya yang gurih atau manis, hingga harumnya aroma yang muncul ketika makanan ini telah jadi.

Martabak

Ya, apalagi jika bukan Martabak. Salah satu makanan yang sanga lezat menurut rata-rata masyarakat Indonesia ini memiliki cita rasa yang unik. Selain bagaimana rasanya yang nikmat, makanan ini juga memiliki perbedaan dalam penyebutan namanya sesuai dengan daerahnya masing-masing.

Ketika kalian datang ke satu wilayah, jangan lupa untuk memanggilnya sesuai dengan nama yang ada di daerah tersebut. Lalu, apa sajakah nama lain dari martabak ini? Berikut adalah nama-nama lain dari Martabak di setiap daerah.

1. Martabak Manis-Jakarta

Populernya hidangan Martabak memuncak ketika memasuki Kota Jakarta. Di kota ini, makanan berbentuk bulat itu sangat akrab disebut sebagai Martabak. Pada awalnya, adonan jenis kue ini hanya memiliki topping taburan cokelat meses serta kacang. Namun, semakin hari kreasi yang muncul dalam Martabak ala Jakarta semakin berkembang, baik dari variasi topping hingga ke tampilan luar dalam penyajiannya.

2. Kue Terang Bulan-Bandung

Yang satu ini berbeda dengan Jakarta. Di Kota Kembang Bandung, makanan ini lebih dikenal sebagai Terang Bulan. Keduanya masih memiliki rupa yang sama dan mungkin mirip, namun itu hanya sebagai pata tampilannya saja, sedangkan pada bagian rongganya lebih besar.

Adonan pada bagian kulitnya terbuat dari campuran tepung terigu, telur ayam, santan, sida kue, ragi, dan air yang dipanggang tepat di atas penggorengan yang khusus. Untuk isiannya sendiri, ada taburan cokelat meses, gula pasir, biji wijen, dan kacang-kacangan yang dicacah, atau juga bisa dengan olesan susu kental manis yang dilengkapi oleh irisan keju tipis, dan mentega segar. Sangat Nyunda!

3. Kue Bandung-Semarang

Sedagkan di Kota Semarang, masyarakatnya lebih mengenal makanan ini sebagai Kue Bandung. Makanan ini dibawa ke oleh salah satu keluarga yang berasal dari Bangka, yaitu Keluarga Cen. Pada saat itu, hidangan Mie Bandung sangat populer. Untuk membantu bisnis tersebut, mereka pun memberi nama Martabak dengan Kue Bandung. Semenjak saat itu, sebutan kue tersebut menjadi sangat tidak asing kalangan masyarakat Semarang.

4. Hok Lo Pan-Bangka

Pada yang satu ini, lebih tepatnya di Kota Bangka, masyarakatnya lebih mengenal Martabak sebagai Hok Lo Pan. Ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka nama tersebut berarti Martabak Bangka yang Manis.

Orang-orang seperti di suku Hakka, pada awalnya membuat makanan ini dari Biji Wijen yang dsudah melalui tahao sangrai dan gula pasir. Namun, lama-kelamaan kreasi yang tercipta dari jenis Martabak ini semakin berkembang pesat dan akhirnya menjadi Martabak Bangka yang sering kalian jumpai hingga saat ini.

5. Martabak Bangka-Medan

Untuk Kota Medan, orang-orang di sana menyebut kuliner makanan yang satu ini sebagai Martabak Banka. Identik dengan Martabak manis pada umumnya, masyarakat sekitar sana menyebut makanan ini  dari tempat asalnya, yaitu Bangka.

Baik cara pembuatannya, adonan, isian dan sejenisnya kerap disesuaikan dengan variasi populer yang ada di sana.

6. Apam Pinang-Pontianak

Untuk yang terakhir ini diberi nama sebagai Apam Pinang. Kue tradisional yang mengikuti kepopuleran tren Martabak yang memiliki citara rasa lezat. Bukan hanya sebagai hidangan pasar saja, tetapi kue ini juga sering dibuat untuk hidangan dalam sebuah acara.…